Alhamdulillah, Ramadan Kali Ini Jamaah telah Kembali Memenuhi Masjid, Musala, Langgar, Tajuk, atau Surau Bahkan di Aula-Aula. Suasana Ramadan di Malam Hari Kembali Hidup.

Dua tahun sudah Ramadan terlewati dengan sunyi. Tahun ini berubah. Ramadan kembali hidup, keceriaan kembali memancar.

Wajah anak-anak itu sumringah. Mereka berdatangan. Ada yang datangnya sambil berlarian dengan sarung melingkar di pundak, ada yang jalan dengan tenang.

Malam ini di pendopo kami semua kembali bersujud bersama. Puluhan warga, khususnya anak-anak & ibu-ibu, di kampung kami di Lebak Bulus. Pendopo ini memang biasa digunakan untuk tarawih.

Anak-anak selalu penuh semangat. Sarung, peci dan baju terlihat rapi saat datang. Saat akan pulang: banyak yang berantakan. Peci miring, gulungan sarungnya longgar, bahkan sebagian sudah melorot. Beda dengan yang bermukena, sebagian besar tetap rapi dan tertib hingga akhir.

Tarawih anak-anak laki memang sering dipenuhi dengan keisengan. Bagi mereka, apapun adalah bermain.

Itu semua mengingatkan atas masa kecil kita dulu. Segalanya adalah bermain. Hanya di bulan puasa juga, kita dulu bisa dapat izin, main di malam hari.

Barangkali suasana tarawih anak-anak di banyak tempat juga mirip. Semangat tinggi, ketertiban belum tinggi. Misalnya, jika anak-anak hapal bacaan imamnya, maka beramai-ramai ikut melafalkan dengan lantang. Seakan mau mengabarkan pada semua bahwa mereka juga hapal.

Imamnya kolektif. Anak-anak memang unik: posisi makmum tapi semangatnya imam. 🙂

Jika Imam memilih bacaan dari ayat-ayat yang anak-anak tak kenal, maka tiada lagi suara anak yang mengikuti bacaan imam. Barulah Tarawih jadi tenang.

Alhamdulillah, Ramadan kali ini jamaah telah kembali memenuhi masjid, musala, langgar, tajuk, atau surau bahkan di aula-aula. Suasana Ramadan di malam hari kembali hidup.

Sekali lagi, selamat puasa. InsyaAllah Ramadan ini membawa kita meraih derajat muttaqin.

#ABW

Sumber:
FB Bapak Anies Baswedan
IG Bapak Anies Baswedean
Twitter Bapak Anies Baswedan